Harus Kamu Tahu, Ternyata Inilah Perbedaan Antara GRC dengan Gypsum

Inilah Perbedaan Antara GRC dengan Gypsum

Dalam dunia kontruksi dan interior pasti kita sudah tidak asing lagi dengan glassfibre reinforced cement atau yang disebut dengan GRC dan juga Gypsum. Kedua material tersebut biasanya sering digunakan sebagai partisi dinding dan juga atap plafon suatu hunian. Sekilas dari tampilan serta fungsinya, mungkin banyak orang akan berasumsi bahwa glassfibre reinforced cement dan gypsum merupakan material yang sama persis. Namun ternyata keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan terutama dari pembuatan bahannya.

Glassfibre reinforced cement merupakan material yang terbuat dari papan semen fiber glass yang sangat kuat, sedangkan gypsum terbuat dari campuran semen dan juga serat. Dari perbedaan bahannya, tentu kita bisa membedakan keduanya dengan begitu signifikakan. Meskipun berbeda, keduanya tetap memiliki kekurangan serta kelebihan masing-masing yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan. Nah, untuk lebih jelasnya ini dia perbedaan antara glassfibre reinforced cement dengan gypsum.

4 Perbedaan GRC dengan Gypsum

1. Glassfibre Reinforced Cement Memiliki Struktur yang Sangat Kuat, Gypsum Mudah Rapuh dan Rusak

Terbuat dari bahan fiber glass berkualitas GRC memiliki kekuatan lebih maksimal daripada gypsum. Jika terjadi benturan atau adanya tekanan, gypsum biasanya akan langsung retak dan mengalami jebol. Bagi Anda yang memiliki bangunan bertingkat, maka sangat tidak disarankan untuk menggunakan gypsum sebagai plafon ataupun partisi dinding. Tak jarang banyak bangunan bertingkat diperkotaan lebih memilih glassfibre reinforced cement daripada gypsum sebagai plafonnya.

2. Instalasi Glassfibre Reinforced Cement Membutuhkan Proses yang Lama Sedangkan Gypsum Lebih Mudah

Inilah Perbedaan Antara GRC dengan Gypsum

Meskipun gypsum lebih rapuh, namun dalam proses pemasangannya gypsum dinilai lebih mudah dan praktis. Berbeda dengan glassfibre reinforced cement yang membutuhkan ketepatan dan ketelitian ekstra sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini terjadi karena glassfibre reinforced cement tidak bisa sembarang diletakan pada semua jenis kerangka. Pemasangan harus dilakukan dengan hati-hati agar hasilnya bisa memuaskan dan terhindar dari kerusakan.

3. Glassfibre Reinforced Cement Dibanderol dengan Harga Lebih Mahal Daripada Gypsum

Perbedaan selanjutnya terletak pada harga, seperti yang kita tahu harga selalu menjadi pertimbangan utama bagi seseorang dalam memilih material bangunan. Perbedaan harga antara glassfibre reinforced cement dengan gypsum cukup berbeda, di mana harga jual partisi GRC biasanya dibanderol lebih mahal dari gypsum karena dinilai memiliki kualitas yang lebih optimal. Meskipun demikian, hal ini tidak menjadikan gypsum merupakan partisi yang buruk karena bagi sebagaian orang yang memiliki bugdet minim, adanya gypsum benar-benar sangat menguntungkan.

4. Glassfibre Reinforced Cement Lebih Tahan Terhadap Air Sedangkan Gypsum Tidak Tahan Air

Sangat wajar jika harga jual partisi GRC dibanderol lebih mahal dari gypsum. Pasalnya glassfibre reinforced cement memiliki suatu keunggulan yang tidak dimiliki oleh gypsum. Keunggulannya yaitu memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap air. Saat musim hujan tiba, kita pasti sering melihat plafon gypsum terjadi bocor akibat rembesan air yang masuk ke dalam rumah. Jika dibiarkan, semakin lama gypsum akan berjamur dan lapuk hingga menyebabkan terjadinya jebol ataupun roboh.

Berbeda dengan bahan glassfibre reinforced cement, tekstur dan strukturnya yang kuat ternyata memiliki kemampuan anti air yang cukup baik sehingga tidak perlu khawatir akan terkena rembesan air terutama saat musim hujan tiba.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *